Pengalaman baru buat saya
selalu terasa menyenangkan. Mungkin tidak sepenuhnya menyenangkan, tapi yang
pasti selalu seru untuk diceritakan.
Jadi sejak tanggal 1
Oktober 2011 saya resmi berpisah dari keluarga. Jauh dari orang tua, sanak
saudara, keponakan yang lagi lucu-lucunya, sahabat, teman dekat, gebetan,
dsb...
Apa punya sebab? berawal
dari sebuah e-mail atau surat elektronik dari group milis yang saya ikuti,
menginformasikan lowongan penerjemah bahasa mandarin yang akan ditraining ke
Korea. Wah, siapa yang tidak tertarik untuk mencobanya? Singkat cerita, seperti
layaknya proses melamar pekerjaan, saya kirim cv, interview, deal gaji, dan berangkat.
Tapi saya tidak berangkat
ke negeri ginseng seperti yang diinformasikan di iklan lowker itu, namun agak
berbelok ke barat menuju negeri tirai bambu, negeri yang memblokir situs-situs
sosial favorite saya, yes the one and only the People Republic of China.
Loh kok?
Anda pernah dengar
Hankook Tire? (silahkan gugling sendiri ya.. :p) Ya, saya bekerja di perusahaan
ini. Posisi saya adalah penerjemah bahasa mandarin. Untuk siapa? Untuk para
trainee yang akan belajar di salah satu pabrik Hankook Tire di Cina, tepatnya
di kota Jiaxing, Propinsi Zhejiang, kira-kira 100km dari Shanghai.
Maka dimulailah
perjalanan baru saya.
Sesampainya di bandara
Shanghai Pudong, kami tidak berlama0lama di sini, begitu keluar, sudah ada
seorang bapak-bapak yang memegang kertas bertuliskan Hankook Tire Pabrik
Jiaxing. Langsung saja kami ber-5 penerjemah yang berangkat dari Jakarta
menyapa bapak tersebut yang kami panggil shifu.
![]() |
| with sarah di bandara Shanghai Pudong :D |
Prosesnya begitu cepat,
kami segera menuju mobil yang sudah disiapkan, dan berangkat menuju kota
Jiaxing. Dalam perjalanan sekitar 1,5 jam, sebagian besar kami habiskan dengan
tidur saja. Maklum saja pesawat kami take off jam 12 malam waktu Jakarta dan tiba
jam 7 pagi waktu Shanghai. Ditambah lagi pemandangan sepanjang jalan tol yang
begitu-begitu saja kurang menarik perhatian dan tidak memanjakan mata.
Akhirnya kami sampai ke
tempat tujuan. Sebuah pabrik ban yang terhitung cukup besar. Kami dibawa menuju
kantor utama, di sana telah menunggu sekitar 70 orang trainee Indonesia yang
sudah datang sehari sebelumnya.
Badan letih, mata
ngantuk, perut lapar. Tapi sesuatu yang seru baru akan segera dimulai....
