this is my personal blog about anything.. enjoy it :)

Tuesday, November 25, 2014

Trip to North Sumatera (Part-5: Pulau Samosir, Tomok, Makam Sidabutar, Sigale-gale)

Sesampainya di Pulau Samosir, kita langsung menuju Kampung Tomok, gak jauh dari dermaga, karena cuma jalan kaki melintasi gang kecil yang di kanan kiri nya adda toko-toko penjual souvenir, dan cuma nyebrangin jalan selebar kira-kira 6-7 meter yang katanya jalan utama di Pulau Samosir. Tomok artinya adalah gemuk atau montok, karena orang-orang di  kampung ini badannya gemuk-gemuk atau montok-montok. Jadi, kalau ada orang yang berbadan gemuk atau montok biasanya disebut mokmok. Hahaha lucu juga ya sebutannya.


Di kampung ini kami mengunjungi makam Raja Sidabutar. Raja di sini maksudnya adalah seperti Kepala Desa atau Kepala Suku. Raja bagi penduduk di sini sangat  dihormati sampai kuburan mereka pun dikeramatkan. Untuk masuk ke dalam area makam, pengunjung diwajibkan pake kain ulos, kain khas tradsional suku Batak, pake kain ini adalah sebagai tanda penghormatan untuk Sang Raja.



Di areal makam ada 3 kuburan raja yang paling besar, serta makam-makam kecil para tentara dulu pengikut sang raja yang gugur di medan perang. Buat saya yang menarik bukan makam nya, tapi cerita tentang raja-raja nya. Konon katanya raja ke-2 di kampung Tomok ini sangat pandai berperang dan  berkelahi, serta memiliki ilmu magis yang sangat sakti. Matanya sangat tajam sampai bisa melihat 1 kilometer jauhnya, hidungnya sangat tajam sampai bisa mencium musuh yang masih berjarak 1 kilometer, kupingnya sangat tajam sampai bisa mendengar orang berbicara yang berjarak 1 kilometer, serta mulutnya juga besar, jika ia berteriak, maka akan terdengar sampai 1 kilometer jauhnya. Canggih banget ya? Mungkin kalo Raja ini hidup jaman sekarang udah masuk Museum Muri dan dijadiin superhero ngalah2in Spiderman. Haahahha…

The Sidabutars
welcome to To
kudu pake ulos

Para keturunan raja-raja ini masih melakukan upacara cuci tulang-belulang para leluhurya ini, terakhir upacara diadakan tahun 1985, sudah agak lama karena untuk menggelar upacara buka makam dan mencuci tulang ini, seluruh anggota keluarga harus hadir dan harus diselenggarakan pesta besar-besaran. Jadi para keturunan raja-raja ini yang sudah menyebar di seluruh penjuru dunia harus berkumpul kembali ke kampung ini untuk menyelenggarakan upacara sakral tersebut.


Si gale-gale
Habis dari makam Raja Sidabutar, kami langsung balik lagi ke dermaga, tapi sempet mampir juga ke sebuah lapangan yang biasa dipakai untuk tempat pertunjukan tarian si gale gale. Tapi hari itu rombongan kita tidak menontonnya. Jadi hanya foto2 saja di dekat boneka si gale gale, dan rumah2 tradisional suku Batak Toba. Btw, atap rumahnya mirip atap Suku Minangkabau loh, bentuknya seperti Tanduk Kerbau. 

kayak rumah orang padang, tapi bukan



No comments: