this is my personal blog about anything.. enjoy it :)

Monday, November 24, 2014

Trip to North Sumatera (Part-2: Kabupaten Karo & Suku Batak)

Berastagi itu masuk ke dalam Kabupaten Karo di Sumatera Utara. Jaraknya kurang lebih 2 jam dari Kota Medan. Sepanjang perjalanan tour Guide kita yang namanya Pak Beny sedikit ceritain tentang wilayah Sumatera Utara dan  sekilas tentang suku Batak.

Mungkin bagi orang awam cuma tau orang yang tinggal di Sumatera Utara itu pasti adalah suku Batak, padahal suka Batak pun dibagi menjadi 5 suku lagi, yaitu Batak Karo, Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Pak-pak, dan Batak Mandailing. Sebenarnya mereka sama-sama orang Batak, tapi hanya dibedakan berdasarkan wilayah saja. Perbedaan lainnya biasanya adat-istiadat atau tata cara upacara yang sedikit berbeda, pakaian tradisional, bentuk atap rumah tradisional, dan sebagainya. Sesama orang Batak, jika mereka bertemu pasti akan menanyakan marga mereka masing-masing, dari nama marga, orang Batak pasti sudah bisa tau asal orang tersebut dari Batak mana. Misalnya orang Batak Karo biasanya bermarga: Sembiring,  Kaban, Tarigan, Perangin-angin dll. Lalu Batak Toba misalnya: Hutagalung, Panjaitan, Siahaan, Sitorus, Rajagugkguk, dll



Di Kabupaten Karo, tentu saja ini merupakan wilayah kekuasaan mereka. Mayoritas penduduk Kab. Karo 50% Islam, 40% Kristen, dan 10% agama lain-lain, atau mungkin belum beragama, atau masih memuja leluhur. Rumah tradisional orang Batak Karo keliatan dari atap rumah mereka yang banyak siku-sikunya. Katanya itu menandakan bahwa jaman dahulu 1 rumah itu dihuni oleh banyak keluarga. Bisa 4-5 kepala keluarga, atau bahkan yang paling banyak bisa mencapai 10 kepala keluarga.

Kantor Bupati Karo dengan atap tradisional khas Suku Batak Karo
Bagi suku Batak Karo, kuliner khas suku mereka adalah BPK, bukan Badan Pemeriksa Keuangan loh.., tapi Babi Panggang Karo. Sepanjang perjalanan menuju Kabupaten Karo, saya banyak banget  ketemu rumah makan BPK. Ada  juga cerita unik juga tentang orang-orang Batak Karo karena nama mereka biasanya lucu-lucu. Ada yang menamakan anaknya Si motor, si jatuh, si pulang, dsb, nama-nama ini disesuaikan dengan sejarah hidup orangnya masing-masing. Misalnya si motor, karena dulu sang ibu saat mengandung anak ini melihat orang membawa motor, dan rasanya ingin sekali membeli sepeda motor, jadilah anaknya dinamakan si motor. Atau si jatuh yang pada saat dilahirkan karena badannya masih licin dari air ketuban ibunya, sang bayi akhirnya terlepas dari pegangan sang bidan dan terjatuh ke bawah, maka dinamakanlah si jatuh. Kalau si pulang, pada saat dilahirkan ayahnya pas pulang dari medan perang.


Eh.. jadi melenceng ke orang Batak nih… balik lagi ke Berastagi ya.

No comments: